Zat Asam

Asam folat adalah keluarga vitamin B. Asam ini berfungsi membantu produksi sel-sel darah, menyembuhkan luka, membentuk otot, serta membantu proses pembelahan sel. Asam folat sangat penting untuk pembentukan DNA dan RNA (zat-zat pembentuk dinding sel). Kekurangan asam folat bisa menyebabkan kerusakan DNA yang dapat mengarah pada penyakit kanker.

Asam folat juga bisa mengendalikan homocysteine, sejenis asam amino yang jika berlebihan dapat melukai dinding pembuluh darah dan memicu pembentukan plak yang bisa menyumbat pembuluh darah. Asam folat juga bisa menurunkan risiko penyakit jantung, stroke, asam urat dan osteoporosis. Asam folat terbukti secara nyata bisa mengurangi risiko terjadinya cacat bawaan pada bayi baru lahir, termasuk spina bifida (sumbing tulang belakang) dan bibir sumbing.

Selain itu asam folat juga berfungsi mencegah dan memperbaiki keadaan depresi, meningkatkan konsentrasi, menghambat pertumbuhan sel kanker di usus besar, kanker serviks, kanker paru dan esophagus (saluran yang menghubungkan tekak dengan esophagus). Asam folat juga bisa mencegah kepikunan dengan cara merangsang enzim-enzim metabolisme homosistein, sehingga terhindar dari kerusakan otak dan penyempitan pembuluh darah.

Asam Glukoronat di dalam tubuh diproduksi oleh hati atau lever. Asam ini berfungsi mengkonjugasi atau mengikat toksin dan logam-logam berat, sehingga lemak mudah larut dalam air dan mudah dikeluarkan melalui air kemih. Proses pertumbuhan dan dekomposisi dalam metabolisme akan berjalan dengan baik akibat pengaruh dosis kecil asam  glukoronat. Unsur-unsur beracun dalam tubuh oleh asam glukoronat akan dinetralisir dan diuraikan menjadi produk akhir yang tidak membahayakan. Sedangkan unsur yang netral (yang tidak beracun)  akan dimanfaatkan sel-sel tubuh dalam menjalankan fungsinya.

Menurut Dr. Valentine Kohler (1961), asam glukoronat bisa dipakai untuk mengobati penyakit kanker. Efek panjang dari asam glukoronat adalah membangkitkan system pertahanan tubuh. Hati atau lever manusia yang sehat mampu memproduksi asam glukoronat  dalam jumlah yang cukup banyak bagi keperluan tubuh, sehingga mampu menetralkan racun. Jika racun dalam tubuh sudah diikat oleh asam glukoronat, ia tidak bisa lagi terserap oleh tubuh.

 Asam Asetat (Asam Etanoat atau Asam Cuka) merupakan bagian terbesar dari asam yang di hasilkan dari proses fermentasi. Asam inilah yang memberikan rasa pada pada minuman Cuka Apel. Peran utama asam asetat adalah mengikat toksin dan bisa menjadi ester yang mudah larut air, sehingga mudah dikeluarkan dari dalam tubuh. Di dalam tubuh, peranan asam asetat di perkirakan lebih besar dibandingkan dengan asam glukoronat.

 Asam Laktat dikenal sebagai asam susu yang berada di dalam tubuh manusia sehat. Pada penderita kanker berat, kadar asam laktat di dalam tubuh rendah. Salah satu peran asam laktat yang di hasilkan oleh Cuka Apel adalah mencegah serangan penyakit kanker. Kandungan asam laktat dalam Cuka Apel ini cukup tinggi. Pada pasien kanker payudara (stadium awal), asam laktatnya rendah sekali. Kondisi inilah yang bisa memicu ganasnya serangan kanker. Kejadian inilah yang menjadikan dasar  bahwa Cuka Apel bisa untuk mengobati kanker karena bisa meningkatkan kandungan asam laktat dalam tubuh. Bakteri asam laktat merupakan bakteri non  patogen. Bakteri ini juga membantu menghilangkan gejala yang kurang menyenangkan pada gangguan keputihan dan bisa menekan risiko kambuh kembali.

 Asam Maltat berguna untuk menstimulasi pencernaan dalam tubuh dan menghasilkan aksi pembersihan sel serta  membuat orang awet muda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: